Atasi Kram

Atasi Kram  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Kram saat hamil bisa menyerang beberapa bagian tubuh. Seperti, kaki, betis, paha, rahang dan perut.Jangan panik! Ada cara praktis untuk mengatasinya sendiri. Begini cara mencegah dan mengatasinya!

Kram telapak kaki
Pemicu: berdiri terlalu lama, kelelahan
Atasi! 
  • Cari tempat duduk atau tempat bersandar. Lepas alas kaki.
  • Angkat telapak kaki yang sakit ke atas pangkuan. Jangan membungkuk, karena posisi membungkuk bisa menekan daerah perut.
  • Perhatikan arah tekanan otot ketika terjadi serangan kram. Bila kram mengakibatkan jemari kaki menguncup, gunakan tangan Anda untuk secara perlahan menekan jemari kaki ke arah atas hingga membuka kembali.
  • Bila kram sudah reda, pijat telapak kaki agar aliran darah lancar kembali.
Tip: Serangan kram mengakibatkan kontraksi yang membuat otot memendek. Terapi berupa penekanan ke arah yang berlawanan dengan serangan kram akan membantu membuat otot memanjang kembali. Lakukan secara perlahan, karena gerakan secara paksa atau tiba-tiba berisiko merobek serabut otot Anda.

Kram betis
Pemicu: mengenakan sepatu bertumit, terlalu banyak berjalan.
Atasi! 
  • Segera duduk atau sandarkan tubuh ke dinding.
  • Serangan kram biasanya mengakibatkan lutut cenderung menekuk. Karenanya, secara perlahan, luruskan kembali lutut dengan bantuan tangan.
  • Jika lutut sudah lurus kembali, pijatlah betis untuk melancarkan aliran darah. Lalu, lakukan gerak peregangan pada kaki, termasuk telapak kaki.
  • Meski kram sudah reda, usahakan untuk beristirahat dulu beberapa menit sebelum beraktivitas kembali.
Tip: Hindari penggunaan sepatu bertumit tinggi ketika hamil. Selain rawan mengakibatkan kecelakaan, tumit tinggi menyebabkan otot betis memendek ketika Anda berjalan. Dalam hitungan jam, kondisi itu dapat menimbulkan serangan nyeri dan kram.

Kram paha
Pemicu: posisi duduk yang salah, duduk di kloset terlalu lama.
Atasi! 
  • Temukan tempat duduk dan kalau mungkin, tempat untuk menyandarkan kaki ke depan. Lebih baik lagi bila Anda bisa melakukannya sambil berbaring miring.
  • Untuk serangan kram di otot paha belakang, luruskan lutut dan angkat kaki ke depan perlahan-lahan.
  • Untuk serangan kram di paha depan, tekuk lutut perlahan-lahan dengan cara menarik tungkai bawah, hingga tegangan pada paha lenyap.
  • Pijat daerah yang sakit bila serangan kram sudah mereda. 
Tip: Pemijatan setelah serangan kram berguna untuk melancarkan peredaran darah kembali. Sambil memijat, oleskan balsam atau salep pereda nyeri otot. Gunanya, membantu memecah timbunan asam laktat penyebab rasa sakit dengan mengalirkannya melalui pembuluh darah.

Kram rahang
Pemicu: menguap terlalu lebar, menahan rasa ingin menguap.
Atasi!: 
  • Pastikan yang Anda alami adalah kram, bukannya dislokasi atau pergeseran tulang rahang. Kram terjadi karena kontraksi otot, sedangkan dislokasi tulang rahang timbul akibat otot rahang yang lemah.
  • Jika kram, lakukan terapi serupa dengan cara mengatasi kram pada anggota tubuh lain. Yaitu, melakukan gerakan yang melawan arah serangan kram.
  • Bila kram mengakibatkan rahang tidak bisa membuka, perlahan lakukan gerakan membuka rahang.
  • Setelah serangan kram reda, pijat daerah rahang untuk melancarkan aliran darah.
Tip: Sambil bekerja di kantor atau di rumah, lakukanlah senam muka untuk melenturkan otot-otot wajah. Caranya, lakukan gerakan membentuk huruf A, I, U, E, O dengan bibir. Lalu, dengan bantuan cermin, gerakkan otot wajah membentuk berbagai macam ekspresi.

Kram Perut
Pemicu: salah posisi saat berbaring, kelelahan.
Atasi! 
  • Pastikan yang Anda alami betul-betul kram perut atau kontraksi rahim? Kram perut bisa muncul setelah melakukan aktivitas fisik tertentu. Sebaliknya, kontraksi rahim tidak selalu berhubungan dengan gerak fisik.
  • Untuk mengatasi kram, berbaringlah di atas permukaan yang empuk. Letakkan bantal atau lipatan kain pada bagian pinggang atau punggung, sehingga Anda dapat meregangkan daerah perut perlahan-lahan.
  • Serupa dengan menangani kram di bagian tubuh lain, lakukan gerakan yang berlawanan dengan arah serangan kram. Lakukan penekanan secara perlahan dan hati-hati, terlebih ketika serangan kram di daerah perut yang berisi janin.
Tips: Banyak beristirahat bila Anda sering mengalami nyeri pada perut. 
Reviewed by -Kikik Efendi* World on 7/27/2013 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.